Motor Offroad : Sesuaikan Dengan Peruntukannya

By Racing Syndicate 03 Agu 2017, 10:40:51 WIB News
Motor Offroad : Sesuaikan Dengan Peruntukannya

Motor offroad 
SESUAIKAN DENGAN PERUNTUKANNYA

    Dalam olahraga garuk tanah menggunakan motor, dibutuhkan tunggangan yang tangguh agar bisa menaklukkan berbagai medan yang ada. Jika berdana pas pasan, hal tersebut bisa diakali dengan memodifikasi motor yang banyak diproduksi dan beredar di Indonesia. 
Tetapi bila mempunyai dana lebih dan ingin membeli motor pabrikan, sobat semua harus memilih dengan teliti sesuai dengan peruntukannya. Jangan sampai salah pakai karena nantinya bakal merepotkan ketika sedang dipakai beraktivitas.
“Kalau dulu, pabrikan hanya membuat kendaraan untuk kompetisi saja seperti Special Engine atau SE. Namun sekarang sudah banyak pabrikan telah memproduksi motor dengan berbagai spesifikasi dan peruntukan” papar Oky Croot, pemilik Croot Dirt Bike, Jakarta.
Apasaja sih perbedaannya, RacingSyndicate.net akan ulas satu persatu untuk sobat semua. 

Dual Sport


Motor dual sport adalah motor trail yang legal digunakan di jalan raya. Motor dual sport memiliki kelengkapan seperti lampu utama, lampu belakang, lampu sein, klakson, spion, speedometer, tempat pemasangan plat nomor kendaraan, knalpot dan bisa diregistrasikan sehingga memiliki surat-surat yang lengkap. 
Motor tipe yang satu ini memiliki fungsi ganda, yaitu bisa dikendarai di jalan raya dan bisa juga diajak memasuki jalanan semi off road maupun off road. Oleh karena itu, motor dual sport juga biasa disebut dengan motor serbaguna.
    Secara spesifikasi, motor dual sport lebih sederhana dibandingkan dengan motor enduro atau motocross, karena memang tujuannya adalah untuk menunjang kegiatan riding sehari-hari. Tidak diperlukan mesin dengan spesifikasi yang tinggi. Yang penting motor bisa digunakan dengan nyaman ketika di jalan aspal maupun melibas jalur off road. Ban yang digunakan adalah tipe dual purpose berukuran 16-19 inci atau 18-21 inci yang bisa melibas dua kondisi yang berbeda.
Contoh motor dual purpose yang dijual di pasaran antara lain Kawasaki KLX 150, Kawasaki KLX 250, Yamaha WR125R, Yamaha WR250R, Suzuki DR200S, dan Honda CRF250L. 

Supermoto


Supermoto atau yang bahasa lainnya Motard adalah jenis paling dekat dari dual sport. Supermoto bisa dikatakan motor dual sport yang diganti bannya untuk keperluan di jalan raya. Bentuknya tinggi dan macho khas motor dual sport, tapi menggunakan ban halus yang nyaman digunakan di jalan raya. Efeknya, motard akan kerepotan saat masuk ke jalur semi off road maupun off road. 
Ukuran ban yang digunakan untuk motard sama, baik depan maupun belakang. Biasanya menggunakan ban dengan ring 17 inci atau yang lebih kecil. Beberapa contoh motor yang termasuk motard antara lain Kawasaki D’Tracker 150, Kawasaki D’Tracker 250, Yamaha WR125X, Yamaha WR250X, dan Honda CRF250M. Sudah tentu motard dijual dalam bentuk on the road dan legal digunakan di jalan raya.

Enduro


Secara fisik, hampir tidak ada perbedaan signifikan antara motor enduro dan motor dual sport atau motocross. Namun jika diteliti lebih jauh, banyak sekali perbedaan antara motor enduro, motocross dan dual purpose. 

                      dilengkapi engine cut off  

 

                     dilengkapi starter tangan
Makna dari enduro sendiri merupakan uji ketahanan, baik untuk sang pengendara maupun motor itu sendiri dengan melewati berbagai rintangan. Misalnya harus bisa melewati rintangan berupa batang pohon tumbang, jalanan berbatu, melewati sungai, naik turun bukit, jalanan berupa kerikil, pasir, bahkan lumpur. 

                  enduro dilengkapi lampu depan

 

                  untuk enduro dilengkapi panel
Dari segi kelengkapan, motor enduro juga dilengkapi dengan lampu utama, lampu belakang, starter tangan. Bahkan ada juga yang tetap melengkapinya dengan panel spedometer serta petunjuk bahan bakar seperti motor Husaberg.
Walaupun bentuknya sama dengan motor untuk Motocross, namun spesifikasinya sudah pasti berbeda. Kelebihan motor Enduro dibanding dengan SE antara lain setting suspensi lebih empuk sehingga nyaman dipakai disegala medan offroad. Motor Enduro dilengkapi dengan starter tangan yang memudahkan saat mesin mati ketika sedang menanjak atau saat masuk kedalam kubangan lumpur sedangkan SE hanya menggunakan starter kaki sehingga lebih merepotkan.
Mesin motor Enduro pun mempunyai daya tahan yang lebih tinggi karena dilengkapi kipas ekstra untuk mendinginkan mesin saat harus berjalan kencang maupun pelan. Sedangkan kalau menggunakan SE, motor tidak bisa dibawa pelan terlalu lama karena akan mengakibatkan overheat. Hal tersebut dikarenakan radiator SE tidak dapat bekerja maksimal saat motor sedang berjalan pelan.
Motor Enduro juga lebih cocok untuk trek teknikal seperti jalan berbatu, jalan menanjak yang licin serta kubangan lumpur. Hal ini disebabkan tenaga pada motor adventure lebih lembut dan setingan suspensi yang tepat. Sedangkan pada SE, tenaga terlalu besar dan liar. Suspensi pun terlalu keras sehingga kurang nyaman ditrek teknikal.
Biasanya, motor ini dijual dalam bentuk off the road. Biasanya produsen memberi kode E untuk tipe enduro. Contoh motor enduro antara lain Yamaha WR250F, Honda CRF250X, KTM 250 EXCF, Husaberg FE 250, FE 350, FE 501, KTM TE 300 2 tak, EXCF 350, EXCF 350 six days.

Motocross


Motor yang dipergunakan untuk motocross bentuknya sama dengan motor Enduro. Hanya saja secara spesifikasi terlebih bagian mesin dan kaki kaki, motor yang dipergunakan untuk motocross mempunyai spek yang tinggi dan paling canggih. 
Motocross adalah balapan motor off road yang berlangsung di sebuah sirkuit yang sudah dipersiapkan. Karena ini adalah sebuah balapan, maka spesifikasi motor yang digunakan juga tidak main-main. Bagian seperti lampu depan, dan belakang, electric starter serta panel indikator tidak terpasang pada motor tipe ini.
Dengan spesifikasi dan performa yang mumpuni, maka jangan heran kalau harga motor ini sangat mahal. Motor ini pula yang biasanya disebut dengan SE (special engine). Berbeda dengan tipe enduro yang menggunakan transmisi 6 percepatan, biasanya motor yang dipergunakan untuk motocross menggunakan 5 percepatan saja.


    Motor ini hanya dijual dalam bentuk off the road dan hanya bisa digunakan untuk kompetisi saja. Beberapa contohnya adalah Yamaha YZ250F, Kawasaki KX 250, Honda CRF250R, KTM 250 SX-F, dan Husqvarna TC 250. 

Trial


Bentuk motor trial merupakan yang paling berbeda dibanding keempat jenis motor di atas. bentuknya paling ramping dan bobotnya pun merupakan yang paling ringan, walaupun mempunyai kapasitas mesin yang sama dengan motor Enduro atau Motocross.
Secara umum, Trial adalah kegiatan offroad yang tidak menitikberatkan pada kecepatan namun pada kemampuan dan kelincahan sang pengendara untuk menaklukan beragam rintangan. Dibutuhkan kemampuan ekstra bagi untuk menaklukan rintangan seperti memanjat bukit batu, melewati pohon-pohon tumbang atau rintangan buatan seperti menaiki tangga. 
Mereka harus melakukannya tanpa boleh menyentuhkan kaki mereka ke tanah.  Jika menyentuhkan kaki ke tanah, jatuh, turun dari motor atau keluar lintasan, maka pengendara akan menerima poin penalty. Yang paling sedikit mendapatkan poin adalah yang berhak keluar sebagai juara.
Trial biasanya tidak mengenal batasan waktu. Setiap peserta diberi kebebasan untuk menyelesaikan rintangan sesuai dengan kemampuan mereka. Motor yang digunakan memiliki fisik lebih kecil, dan mesin yang digunakan biasanya disesuaikan untuk putaran mesin rendah ketimbang tenaga. Dan motor ini biasanya tidak memiliki tempat duduk.
    Jangan sampai salah pilih ya. (Bona)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment